Umat Islam Jangan Mau Dikibuli Lagi

- Juni 23, 2020

Oleh Rafif Amir 

Siapa pun yang akan berlaga di 2024, pasti sudah disiapkan dari sekarang.

Strateginya sama: merangkul umat.

Jualan "gorong-gorong" dan "simpati" ala Jokowi dulu sudah gak akan laku. Strateginya harus diubah. Umat Islam harus didekati, diambil hatinya. Perhatikan apa yang mereka mau. Lalu jadilah inisiator untuk program-program umat. Ini jurus jitunya.

Memusuhi umat Islam gak akan pernah menguntungkan. 212 adalah peringatan besar. Kesadaran umat sudah tumbuh. Bantu ekonominya. Perbanyak kontribusinya. Kampanye itu harus dimulai dari sekarang.

Nanti, setelah terpilih, saatnya menikam dari belakang. Silakan dihabisi.

Kira-kira seperti itu strateginya.

Umat harus berhati-hati. Harus bisa membedakan, mana yang tulus dan mana serigala berbulu domba. Setiap yang datang menawarkan kebaikan, hendaknya memang diterima. Tapi tak menghilangkan sikap waspada. Berkali-kali dalam sejarah panjang republik ini, umat Islam dikibuli.

Jangan mau lagi!

Makanya melek politik. Ikuti berita politik. Jangan apatis. Cari tahu dan catat mana partai yang berpihak pada umat, dan mana yang hanya mementingkan golongannya. RUU HIP kemarim misalnya, partai mana yang menolak Tap MPRS masuk ke dalamnya. Cermati. Awasi.

Orang baik akan kumpul dengan baik, dengan komunitas yang baik, dengan partai yang baik. Ini fitrahnya. Sebaliknya yang buruk akan bergandengan rapat dengan partai yang melakukan manuver-manuver yang menurunkan kualitas demokrasi dan menambah beban umat. Dua poros ini tidak akan ketemu. Masing-masing hanya akan menarik yang memiliki kepentingan sama: satu untuk rakyat, satu lagi untuk perut.

Jangan bersikap masa bodoh terhadap politik. Memang kita bisa cari makan sendiri, tapi kalau sumber makanan mereka tutup, jalan mereka tutup, rumah mereka tutup, kita mau apa? Kekuasaan bisa mengubah orang kaya jadi menderita hanya dengan satu tanda tangan!

Itulah mengapa pemimpin yang adil dijanjikan surga, sebaliknya pemimpin dzalim paling keras siksanya.

Mulai sekarang kita melek semelek-meleknya. Jangan mau ditipu lagi, jangan mau disuap lagi, jangan mau dikasi "permen" tapi mereka merampas "baju" kita bahkan mencongkel mata kita.

Umat Islam punya sejarah kemenangan dan itulah yang harus kembali kita tegakkan. Syaratnya: jangan lengah, dan lanjutkan perjuangan.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search