Tentang Himmah (Cita-Cita)

- Juni 23, 2020

Oleh Ristiono Banghaji

''Janganlah mengecilkan himmah (cita-cita) kalian. Sesungguhnya aku belum pernah melihat sesuatu yang menghalangi dari kemuliaan kecuali himmah yang rendah." (Umar bin Khattab, 579-644 M)

Penggalan nasihat Khalifah Umar Bin Khattab di atas cukuplah membuat tergugah diri kita, akan pentingnya memiliki cita-cita yang menjulang tinggi di angkasa. Cita-cita yang penuh nilai-nilai keluhuran jiwa kita.

Cita-cita itu tak sekadar angan tanpa makna. Cita-cita itu harus bervisi besar yang muaranya jelas, terarah menuju jannah. Orang yang memiliki mimpi besar, pastinya akan melakukan aksi-aksi yang besar pula.

Sebutlah tokoh-tokoh pendiri bangsa Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan pemikiran dan gagasan Bung Karno. Ide-idenya banyak diperbincangkan akademisi dan politikus dunia. Gagasan dan pemikirannya mendunia.

Sebutlah lagi tokoh pergerakan semisal Haji Agus Salim. Tokoh yang sederhana tapi pemikirannya mendunia. Haji Agus Salim pandai menundukkan lawan-lawan politiknya tanpa arogansi, tapi cukup dengan kalimat sederhana tapi mematikan. Kalimatnya menghantam tepat ke jantung lawan bicaranya. Seperti kisah yang sudah mahsyur adanya.

Kisah itu berawal dari sebuah rapat  dimana Haji Agus Salim hadir dalam rapat tersebut. Di tengah-tengah beliau berpidato, ada suara mengembek "mbek... mbek...mbek..." dari kerumunan peserta rapat. Suara kambing itu bermaksud untuk mengejek Haji Agus Salim yang berjenggot. Namun Haji Agus Salim tetap bersikap tenang. Sesaat setelah keriuhan berlalu. Haji Agus Salim berkata, "Sepertinya yang diundang dalam rapat ini adalah manusia, tapi kok ada hewan ikut masuk ke ruangan ini."

Kalimat yang diucapkan dengan santai tapi cukup satir sehingga orang yang mengembek tadi langsung terdiam bagai ditikam sembilu.

Orang-orang besar itu sangat tenang dalam bersikap, tutur katanya tertata penuh makna. Tidak mudah goyah pada hal yang sepele. Hal itu terjadi karena para tokoh di atas memiliki cita-cita besar untuk diwujudkan sepanjang kehidupan bersamanya.

Buah dari pemikiran besar itu bisa kita rasakan sampai hari ini. Buku-buku karya kedua tokoh bangsa tersebut tetap menjadi rujukan. Usianya boleh berakhir, tapi karyanya akan terus hidup membersamai pemikiran generasi penerus bangsa ini.

Bermimpilah, milikilah cita-cita besar, maka engkau akan menjadi orang besar. Aamiin.


EmoticonEmoticon

This Newest Prev Post
 

Start typing and press Enter to search