Memperindah Perpisahan

- Mei 22, 2020
Oleh Ristiono Banghaji 

"Aku akan pergi..."

Apa yang terpikir di benak kita jika kalimat "aku akan pergi" di atas diucapkan oleh orang-orang yang kita sayangi? Ucapan tersebut merupakan isyarat perpisahan selamanya. Yang pada akhirnya membuat kita sedih berkepanjangan, meratapi hari-hari penuh kenangan.

Begitulah hakikat perpisahan, hanya meninggalkan luka jika tidak dibersamai keikhlasan dan keimanan.

Apa yang harus kita lakukan agar perpisahan tidak hanya meninggalkan sesal belaka, tapi juga mewariskan kenangan indah penuh makna?

Ada ungkapan menyebutkan:

من لم يذق مرارة الفراق لم يعرف حلاوة اللقاء

... Siapa yang tidak merasakan pahitnya perpisahan dia tidak mengetahui manisnya pertemuan...

Hari ini Ramadan akan mengatakan "aku akan pergi" kepada kita semua, sudah siapkah kita berpisah dengannya? Sudah cukupkah amal ibadah kita saat bersamanya? atau malah banyak waktu terbuang begitu saja dan baru sadar saat Ramadan akan berakhir!

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

 إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya.
(HR. Ahmad, Bukhari)

Di penghujung akhir Ramadan ini InsyaAllah belum terlambat bagi kita untuk memperindah perpisahan dan memperbaiki kealpaan diri untuk mendekat kepada Ilahi.

Agar Ramadan kita berakhir dengan indah mari kita renungi nasihat para ulama salaf.

قال ابن رجب رحمه الله تعالى (في "لطائف المعارف" 1/209) : "يا عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إِلّا قليل فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى"

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa darinya kecuali sedikit. Maka barangsiapa telah mengisinya dengan baik, hendaklah menyempurnakannya. Dan siapa yang maksimal mengisinya dengan baik, hendaklah ia mengakhirinya dengan (amal-amal) yang baik.”

Apa yang disampaikan oleh Ibnu Rajab di atas menjadi pelecut semangat kita untuk menyempurnakan perpisahan sebaik mungkin dengan kesempurnaan amal ibadah di dalamnya.

Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “Yang menjadi tolak ukur (penentuan) adalah kesempurnaan di akhir amalan, bukan kekurangan di awalnya.”

وقال الحسن البصري رحمه الله: أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى، فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله…

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Perbaiki (perbaguslah) yang tersisa, maka Allah akan mengampuni apa yang telah lalu. Manfaatkan hari yang masih tersisa, karena anda tidak tahu kapan meraih rahmat Allah."

Mari kita perindah perpisahan dengan Ramadhan, kuatkan niat dan berdoa pada Allah agar menutup akhir Ramadhan kita dengan husnul khotimah. Dan semoga segala amal saleh kita diterima Allah... Aamiin.

*Penulis, tinggal di Belanda 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search