Alasan untuk Berhenti

- Mei 25, 2020

Oleh May Sun

Ketika memutuskan berjuang, mewujudkan impian dan menggapai cita-cita, usaha sudah sepantasnya dilakukan dengan penuh ketekunan, konsistensi,  keteguhan,  keyakinan,  optimis, dan kepercayaan diri.

Keajegan dibutuhkan agar proses terus berjalan dan finalisasi berhasil untuk diraih. Hal yang sangat mempengaruhi hasil akhir dari tetes peluh keringat perjuangan adalah keajegan. Tetap melakukan dan terus menerus mengerjakan.

Peperangan yang terberat itu hakikatnya adalah pergulatan dalam diri kita sendiri. Kejatuhan berawal dari pesimistis akut yang tidak mampu kita lawan.

Saat kita kehilangan kepercayaan dan keyakinan terhadap diri sendiri saat itulah ternyata perjuangan itu terhenti dengan sendirinya.

Sebanyak apapun alasan kita memutuskan untuk menyerah setidaknya diri kita memiliki satu alasan bahwa kita harus menang dan sampai ke tepian.

Gagal, mungkin dialami oleh sebagian besar manusia. Bukankah kegagalan sama seperti suatu kesalahan. Kegagalan merupakan bagian dari kesuksesan dan keberhasilan yang tertunda,  senada dengan kesalahan sebagai perkara biasa dalam menggali emas kepribadian. Kegagalan dan kesalahan adalah perkara yang biasa dalam menjalani kehidupan.

Berhenti mungkin telah menggagalkan perjuangan. Tapi berhenti bukan berarti kita tidak bisa melanjutkan perjalanan kembali.

Seringkali kejatuhan datang terbalut pesimistis yang melonjak tajam. Hilangnya keberanian untuk berjalan dengan kepala tegak. Terdiam, bahkan tidak tahu apa yang hendak dikerjakan.

Kegamangan dan kebimbangan yang meronta dalam jiwa.

Berhenti bukan berarti semua telah berakhir. Berhenti bukan berarti tamat dan selesai tanpa mendapatkan apapun.

Berhenti mungkin rehat untuk sementara.
Berhenti bisa saja berguna untuk mengumpulkan keberanian.
Berhenti seringkali dilakukan untuk mengumpulkan bekal.

Jalan mungkin memang begitu sulit.
Medan bisa saja sangat berat, terjal, dan curam.
Perbekalan adakalanya memang sangat teramat minimnya.

Berhenti untuk bertahan.

Tegakan kepala.
Kuatkan kembali tekad.
Sudah cukup perberhentian.
Lanjutkan perjalanan.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search