Italia, Wuhan Kedua

- Maret 11, 2020


Perdana menteri Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan keputusan strategis. Sejak selasa (10/3/2020),  seluruh wilayah di Italia diisolasi.

Seperti Wuhan, seluruh penerbangan dari dan ke Italia ditutup. Langkah ini diambil pasca korban Covid-19 melonjak drastis dalam dua hari terakhir. Tercatat di laman wordometers.info (11/3/2020), korban yang terinfeksi korona di Italia sudah mencapai 10.149 jiwa. Dalam sehari ada 977 kasus baru, dengan angka kematian mencapai 631 orang.

Tidak hanya bandara, stasiun, dan terminal, seluruh kegiatan yang bersifat publik dihentikan. Sekolah dan kampus ditutup. Pusat perbelanjaan dilarang beroperasi. Roma seperti kota mati.

Jika di Tiongkok, hanya Wuhan dan beberapa kota yang diisolasi, surat kabar Corriere della Sera melaporkan, "Seluruh Italia ditutup." Liga Seri A juga ditunda. Setidaknya sampai April 2020.

"Keputusan ini untuk melindungi kesehatan seluruh warga," kata Conte sebagaimana dikutip Kompas (11/3/2020)

Tidak boleh ada yang bepergian, kecuali untuk alasan darurat. Pos-pos pemeriksaan dijaga ketat. Polisi dan tentara disiagakan.

Profesor Universitas Florence, Paulo Bonani, mengatakan lonjakan drastis penderita covid-19 di Italia akibat potensi penularan tidak diawasi secara ketat.

Dalam 4 hari, jumlah korban meningkat sampai 4 kali lipat. Padahal kata Professor Masimmo Galli dari Universitas Milan, kedatangan virus korona di Italia sudah sejak akhir Januari, tapi belum terdeteksi.

Apa yang dialami Italia seharusnya menjadi pelajaran penting bagi Indonesia, untuk tidak menyepelekan penyebaran covid-19. Berbagai langkah antisipasi harus dilakukan. Jangan sampai, Indonesia menjadi Wuhan ketiga.


sumber gambar: detik.com


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search