Ketika Kau Sakit Hati

- September 07, 2019
Oleh Iwin Fibryanty

Pernahkah kau mengalami ini? Sakit hati dengan ucapan saudaramu, tapi kau tak mau membalasnya. Ah jangankan membalas, menegurnya saja kau tak sanggup karena tak tega melihatnya malu karena teguranmu. Atau karena kau justru menjaganya dari rasa sakit hati akibat teguranmu. Semua itu karena sayangmu. Pernahkah?

Dan akhirnya dia tak tahu bahwa kata-katanya kepadamu yang dia anggap biasa saja itu sangat menyakitimu, dan dia terus, lagi dan lagi mengeluarkan kata-kata itu. Akhirnya semua sakit hati kau telan sendiri.
Pernah?

Kau bahkan mengoreksi diri, bahwa saat ada kalimat yang terlontar begitu menyakitkan kepadamu, itu karena Allah mengizinkannya terjadi untuk menyadarkanmu bahwa kau memang seburuk itu. Dan kau pantas untuk ditegur dan diingatkan lewat lisan saudaramu itu. Pernah berpikir seperti itu?

Dan akhirnya dalam diam, kaupun memaafkannya. Bahkan saat terlontar kata-kata menyakitkan itu untuk yang kesekian kali. Kaupun memafkannya lagi. Kau hanya beristighfar berharap sakit dan sedih hatimu menggugurkan dosa-dosamu. Dan kau ambil kesempatan emas saat merasa terdzalimi itu dengan mengangkat tangan, memohon ampunan Allah untuknya dan dirimu sendiri serta memohon terkabulnya doa-doamu. Pernah seperti itu?

Sebenarnya memang ada banyak keburukan yang kita sembunyikan dari pandangan manusia. Yang tampak dari mereka hanya kebaikan-kebaikan saja. Dan kita sangat takut juga khawatir andai aib kita Allah tampakkan kepada manusia, karena akan hancurlah harga diri kita, malu yang tak terperi sampai tak mau bertemu siapa-siapa lagi. Akan sedih melebihi kesedihan saat mendengar hinaan dari saudara. Dan akhirnya kaupun akan bersyukur bahwa kata-kata itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepadamu, menegurmu dan menggugurkan dosa-dosa kecilmu.

Untuk secepatnya kau bertaubat dan memperbaiki diri.

Jika pernah mengalami yang seperti itu maka bersyukurlah.

Satu lagi...
Tidak ada yang sia-sia dari semua kejadian. Orang cerdas dan beriman harus bisa memetik hikmah dari kejadian.
Saat kau tahu bahwa ucapan yang keliru dilontarkan bisa menyakitkan, maka berpikir ulang sebelum berkata-kata itu tidak akan merugikan.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search