Quss bin Sa'idah, Orator yang Dikagumi Rasulullah

- November 05, 2018


Suatu hari, di sebuah pertemuan, Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya, "Adakah diantara kalian yang melihat dan mendengarkan Quss bin Sa'idah?"

Tak ada seorang pun dari mereka yang menjawab. Kemudian Abu Bakar berdiri sambil berkata, "Wahai Rasulullah, aku ingat sekali saat-saat itu. Pada hari itu aku berada di Pasar Ukaz. Quss berada di atas unta abu-abunya. Salah seorang dari mereka yang hadir saat itu mengajak orang-orang untuk menyimak ucapan Quss karena hal itu memberikan manfaat."

Siapakah Quss bin Sa'idah, sehingga seolah Rasulullah SAW menganggap penting sosoknya? Dialah penyair dan orator ulung yang dikagumi oleh Rasulullah. Kata-katanya mengandung hikmah dan memberikan pengaruh yang besar. Beberapa kali Rasulullah mengutip orasi-orasi Quss yang kuat dan indah. Pilihan katanya benar-benar selektif, pendek namun penuh nasihat.

Maka tak heran, orang-orang berbondong-bondong datang ke Pasar Ukaz, menempuh perjalanan berkilo-kilometer hanya demi mendengarkan syair-syair dan orasi Quss.

Dalam orasi-orasinya, Quss mengajak masyarakat Arab Jahiliyah kepada Islam, meninggalkan sesembahan nenek moyang. Inilah salah satu orasinya itu, yang dikutip dari kitab Shubhi Al-A'sya.

"Wahai segenap manusia dengarlah dan sadarlah. Sesungguhnya orang yang hidup itu akan mati. orang yang mati itu telah berlalu. Segala yang akan datang itu pasti datang. Malam yang gelap gulita, siang yang terang benderang, langit yang berhias bintang-bintang. Bintang-gemintang yang berkerlap-kerlip, lautan yang bergelombang, gunung-gunung yang tinggi menjulang, bumi yang menghampar, dan sungai-sungai yang mengalir. Sesungguhnya di langit itu ada kabar berita, dan di bumi itu penuh dengan pengajaran. Bagaimanakah gerangan berita tentang orang-orang yang telah pergi dan tak kembali? Adakah gerangan karena mereka suka dan mereka menetap di sana? Quss bersumpah demi Allah, suatu sumpah yang tidak mengandung dosa: Sesungguhnya Allah memiliki agama yang lebih disukai-Nya buat kalian, dan lebih utama daripada agama yang kalian jalani. Sesungguhnya kalian benar-bear mendatangkan urusan yang mungkar (yang tidak disukai)."

Kita lihat bagaimana Quss membangun retorika. Ia mulai dengan seruan, dengan renungan, frasa-frasa indah, dan pertanyaan-pertanyaan yang mengajak berpikir. Lalu ditutup dengan kalimat yang kuat dan tegas: sesungguhnya kalian benar-benar mendatangkan urusan yang mungkar. Sebuah rangkaian penyadaran yang melibat emosi dan pikiran sekaligus. Itulah letak kekuatan yang sesungguhnya.[rafif]

sumber gambar: merdeka.com


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search