Salahkah Khabib Nurmagomedov?

- Oktober 08, 2018
Oleh Sinta Yudisia 

Saya bukan penikmat tinju. Tapi jadi ingin tahu juga kenapa aksi Khabib Nurmagomedov dari Dagestan, Kazakhstan, mendapat sorotan setelah menumbangkan Conor McGregor.
Ya, Khabib mungkin salah karena menghajar tim McGregor. Ia lompat keluar ring dan memberikan bogem mentah.
Tapi perkataan Khabib perlu disimak.
"Dia bicara tentang agamaku, tentang negaraku, tentang ayahku."
Khabib tentu naik pitam. Yang diskors, tentu saja Khabib. Bukan Conor dan timnya.
Andaikan aku seorang petinju lalu musuhku mencaci maki Islam, Indonesia dan ayahku; mungkin aku pun bisa lepas kendali.
Aku jadi ingat biografi Muhammad Ali, karya Thomas Hauser. Sepanjang hidupnya, Ali mendapatkan perlakuan diskriminatif hanya karena dia miskin, hitam, dan ditambah lagi, muslim.
Khabib Nurmagomedov tampaknya mendapatkan perlakuan yang sama. Aku tentu tidak mendukung aksinya di luar ring. Bagaimana pun, petinju harus mampu mengendalikan diri. Tapi bagaimana dengan Conor McGregor dan timnya, yang kata-kata agitatifnya terhadap negara dan agama, bukankah seharusnya juga mendapatkan peringatan keras?
Ras tertentu tampaknya masih mendominasi. Agaknya nasihat Albert Einstein pantas disimak:
"Alam, tentu saja, membagikan anugerahnya secara tidak merata kepada anak-anaknya. Namun bagi saya tampak tidak adil, bahkan dalam cara yang buruk, memilih beberapa dari mereka untuk dikagumi tanpa batas, menyematkan kekuatan pikiran dan karakter super pada mereka."


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search