McGregor, Rukanah Abad Milenial

- Oktober 08, 2018
Oleh Abdul 

Mau tidak mau, saya tonton juga aksi Khabib Nurmagomedov. Lha, keren. Bukan karena telak pukulan dan kerasnya Khabib mengunci lawan, melainkan ada serangkaian narasi Islamophobia yang mengiringi sebelum pertandingan. Saya tidak membayangkan jika satu saat, lawan tanding Khabib adalah ‘jagoan’ sekelas Ade Armando, Abu Janda, atau Desy. Aduh, saya ragu, jangan-jangan berbalik, nasib Khabib akan serupa McGregor yang ‘dipites’ nya pada laga Ultimate Fighting Championship (UFC) kemarin. Dear, Khabib. Tahan. Jangan buru-buru menerima tantangan mereka, ya. Jalanmu masih panjang.
Siapa McGregor? Dia adalah sosok Rukanah abad milenial. Jika Anda cermat membaca buku KH. Moenawar Chalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW Jilid I, Jakarta, Gema Insani, 2001, Anda pasti menemukan sosok Rukanah.
Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam adalah seorang tokoh Quraisy yang sangat memusuhi dakwah Nabi SAW. Ia terkenal jago gulat karena ketegapan dan kekuatan badannya. Pada suatu hari dia berjumpa dengan Nabi SAW di satu kampung yang terletak di tepi kota Mekah. Waktu itu Nabi bertanya kepadanya, “Hai Rukanah, tidakkah engkau takut kepada Allah dan menerima apa yang telah aku serukan kepadamu?”
Rukanah menjawab dengan kasar, “Sesungguhnya jika aku mengetahui bahwa yang engkau katakan itu benar, tentu aku telah menurut kepadamu.”
“Bagaimana pendapatmu jika aku membanting dirimu, apakah engkau mau mengerti bahwa apa yang aku serukan itu benar?”
“Engkau akan membanting diriku, Muhammad? Kalau kau sanggup, bantinglah aku!” jawab Rukanah sesumbar. Mungkin karena merasa dia seorang pegulat hebat.
Seakan saya merasakan kondisi psikis Rukanah saat Baginda Nabi SAW menantang akan membantingnya. Tentu, sebagai pegulat, emosi pemuda Quraisy itu kurang lebih sama seperti jumawanya McGregor saat jumpa pers sebelum pertandingan melawan Khabib.
Seakan saya merasakan kondisi psikis Rukanah, bagaimana jumawanya dia jika saja berhasil melumpuhkan Baginda Nabi SAW. Tentu saja, sorak-sorai dan perilaku degil kaum Islamphobis Mekah makin mendapat angin. Namun Rukanah lupa. Dia tidak memperhitungkan ‘kehadiran’ Allah antara dirinya dan Baginda Nabi. Dia terlalu percaya diri dengan kekuatan otot dan kemahirannya membanting lawan. Di sini, seakan saya membaca kontekstualisasi dakwah Baginda, siapa yang dihadapi Baginda, cara itulah yang dipakai sebagai alat dakwah.
Dan, Rukanah terbelalak. Baginda Nabi SAW benar-benar berhasil membantingnya beberapa saat dia berdiri merengkuh Baginda. Rukanah tersungkur. Pemuda Quraisy itu heran, mengapa ini bisa terjadi. Penasaranlah dia. Dengan sombongnya dia menantang Baginda Nabi bergulat sekali lagi. Baginda Nabi melayani permintaan Rukanah. Rukanah dibanting lagi oleh Nabi hingga pegulat Quraisy itu KO. Pegulat Quraisy itu benar-benar seperti pecundang.
Rukanah berujar, “Ini sangat mengherankan. Apakah engkau akan membantingku lagi, Muhammad?”
"Ada lagi yang lebih mengherankan daripada itu. Jika engkau mau aku perlihatkan, aku perlihatkan juga kepadamu. Sesudah itu, apakah engkau takut kepada Allah dan menuruti perintahku?”
“Apa itu?”
“Aku akan memanggil pohon yang engkau lihat itu supaya pohon itu datang kepadaku.”
“Baiklah. Coba engkau panggil pohon itu!”
Nabi SAW memanggil pohon yang ditunjukkan kepada Rukanah, lalu datanglah pohon itu dan berdirilah di hadapan beliau. Kemudian pohon itu diperintahkan oleh Nabi supaya kembali ke tempatnya semula, lalu pohon tadi kembali ke tempatnya semula.
Sesudah itu, pergilah Rukanah menemui kawan-kawannya dan mengatakan, “Hai para kawan keturunan Abdu Manaf! Muhammad telah melakukan sihir hingga mengalahkan semua orang di bumi ini. Demi Allah, aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih pintar menyihir daripadanya.”
Kemudian Rukanah memberitahukan kepada teman-temannya tentang segala yang diperbuat oleh Nabi atas dirinya. Dasar Rukanah!
Jika ada muslim yang tidak menaruh hormat pada Khabib di akhir pertandingan karena memancing ricuh, itu hak setiap orang. Khabib juga punya hak sebagai seorang muslim bereaksi karena diperlakukan sedemikian degil seorang McGregor. McGregor memanfatakan kemusliman Khabib untuk memantik rasisme, mengejeknya dengan alkohol, dan menyebutnya teroris. Bisa jadi Khabib tidak akan berang jika yang dihinakan adalah pribadinya. Apalagi ini hanya soal olah raga, di mana semangat sportivitas harus dikedepankan.
Jika Anda tidak suka aksi Khabib, janganlah bersikap seperti McGregor. Jangan pula seperti Rukanah. Masalahnya, meski tidak dikatakan terang-terangan, banyak orang muslim berperilaku seperti McGregor dan Rukanah. Nah! Maaf, ya.
Ciputat, 8 Oktober 2018.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search