Khabib Nurmagomedov dan Para Petarung Tangguh Dagestan

- Oktober 09, 2018
Oleh Titi Alfa Khairia

Saya dulunya bukan penyuka olah raga hardcore seperti tinju, judo, sambo, muathai dan terutama pertarungan gaya bebas alias gulat banting-bantingan. Saya selalu menganggap para atlet olah raga tersebut pastilah orang-orang yang kasar alias beringas. 

Tetapi pendapat saya berubah sejak dua tahun lalu setelah tanpa sengaja saya melihat video Khabib Nurmagomedov dan teman-teman klubnya para petarung tangguh Dagestan di Instagram.

Mulanya saya mengira mereka orang-orang Chechnya karena setelah saya perhatikan foto-foto mereka di Instagram mereka sering berfoto dengan Presiden Chechnya Ramzan Kadirov. Dan beberapa dari mereka tergabung dalam Chechen Fight Club. Ternyata mereka adalah tetangga negara yang memang memiliki etnis yang sama serta sejarah dan keyakinan yang sama. Serumpun bak Indonesia-Malaysia.
Saking penasarannya, saya mencari akun-akun sosial media mereka dan bahkan saya bisa berteman dengan beberapa dari mereka. Ciri-ciri khas mereka adalah wajah rupawan kulit putih bersih dengan jenggot lebat menghiasi, badan kekar terlatih di gym, dan perut six packs .

Mereka kuat dan tangguh di setiap pertandingan, punya teknik bela diri yang bagus, sehingga banyak memenangi berbagai pertandingan.

Namun yang membedakan mereka dengan para petarung lain adalah sikap mereka yang santun. tersenyum tenang dan kalem saat bertemu lawan, tidak suka memprovokasi lawan dengan makian apalagi kata-kata kotor, mata tidak jelalatan meski di sekitarnya ada gadis-gadis penggembira berbusana minim, selalu memakai celana yang longgar panjang selutut, selalu berdoa sebelum pertandingan dimulai, tidak merokok,tidak minum minuman keras apalagi hal-hal terlarang lainnya. Dari banyak unggahan video di akhir sesi pertandingan, mereka biasanya memeluk lawannya tanda tidak ada permusuhan di luar arena dan tentunya mengacungkan tangan ke atas tanda tauhid atau bahkan melakukan sujud syukur. Sebuah akhlak terpuji yang ditempa oleh keyakinan Islam yang kuat yang diajarkan turun temurun oleh orang tua dan para ulama mereka.
Mereka juga banyak mengunggah foto kebersamaan dengan keluarga, hormat dan sayang orang tua, menikah di usia muda, rajin shalat, banyak mengucap kalimah tayyibah dan rasa persaudaraan yang tinggi. Banyak juga unggahan foto mereka yang sedang bepergian ke tanah suci. Tentunya tak ketinggalan vide yang merekam momen-momen di mana mereka bersenang-senang bersama teman-temannya seperti adu lari melintasi kontur naik turun di pegunungan Dagestan, mendaki ratusan anak tangga,tantangan push up bareng, pesta barbeque.. atau parade mobil mewah yang tentunya bisa dibilang merayakan hasil kerja keras mereka.
Nama-nama seperti Zubaira Tukhugov, Magomed Raisov, Islam Mamedov , Islam Makhachev, Ahmed Kataev, Samir Magomedov, dan tentu saja tiga bersaudara Abubakar Nurmagomedov, Khabib Nurmagomedov, dan Umar Nurmagoedov adalah beberapa diantara daftar panjang para petarung tangguh Dagestan dan Chechnya yang membukukan prestasi cemerlang di setiap pertandingan namun tetap rendah hati walau telah bergelimang ketenaran dan tentu saja harta.
Dagestan adalah negara pecahan bekas jajahan Uni Soviet yang termasuk dalam negara-negara di semenanjung Balkan. Letaknya di sebelah utara pegunungan Kaukasus.
Saat ini Dagestan mendapat otonomi sebagai Respublika Dagesthan (Dagestan) yang merupakan bagian Federasi Rusia, dan merupakan republik terbesar baik dalam luas wilayah maupun jumlah penduduk.
Dalam sejarahnya Dagestan mengalami banyak pergolakan, secara tradisonal wilayah ini pernah dikuasai penguasa Sasanit pada abad ke 5, lalu jatuh ke tangan Kristen, lalu Persia pada tahun 664 M dan memeluk Islam. Kemudian datanglah bangsa Mongol yang menguasai antara 1222-1239. Kembali ke pangkuan Persia (1735) setelah bersekutu dengan Tsar Rusia, namun akhirnya dicaplok Tsar Rusia sendiri tahun 1796.

Tahun 1828-1832 terjadi pemberontakan terhadap penjajahan Tsar Rusia dipimpin Ghazi Mohammed yang memimpin Muslim Imamat of Dagestan. Perjuangan dilanjutkan dibawah kepemimpinan Gamzat Bek (1832-1834) lalu Imam Shamil (1834-1859). Perang berakhir saat Imam Shamil yang termasyhur tertangkap tahun 1964.
Antara tahun 1877-1878, terjadi peperangan Rusia-Turki, rakyat Dagestan bergabung dengan Chechnya untuk bersama Turki melawan Rusia. (perang Chechnya sendiri terus berlanjut hingga di abad 20).
Setelah Revolusi Bolshevik, Kekaisaran Turki Utsmani memerdekakan Dagestan dan Azerbaijan. Keduanya kemudian membentuk negara bersama dengan nama Republik Pegunungan Kaukasus Utara. Namun setelah kalah perang melawan kaum Bolshevik, negeri ini kalah dan menjadi bagian dari Republik Sosialis Soviet Otonom Dagestan. Namun Stalin sengaja mengabaikan daerah itu dan membiarkan industrialisasi tak sampai ke sana sehingga wilayah tersebut menjadi wilayah termiskin kala itu. 

Tahun 1980 an terjadi kebangkitan nasional Dagestan meskipun itu tidak mudah karena kawasan ini memang multi etnis. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 26 Desember 1991 Dagestan sempat diinvasi oleh Chechnya tahun 1999 dalam usaha mendirikan Negara Islam Dagestan Merdeka.

Dengan sejarah yang penuh pergolakan, serta wilayah tempat tinggal yang bergunung-gunung yang tinggi serta salju yang membekukan, menjadikan para lelaki di Dagestan harus membekali diri dengan ilmu bela diri karena pilihannya hanyalah menang atau mati.
Di Era Rusia modern, pemerintah banyak mengembangkan berbagai cabang olah raga. salah satu andalannya adalah cabang olah raga Sambo yang merupakan olah raga bela diri khas Rusia yang dulunya banyak digunakan oleh agen rahasia KGB untuk membekali diri sebagai perlindungan. Rusia memang dikenal memiliki banyak atlet di cabang ini, dan para pemuda tampan dari Dagestan merajai setiap arena.

Khabib Nurmagomedov, Pemimpin Elang Dagestan

Adalah Abdulmanap Magomedovic Nurmagomedov, ayah dari tiga pemuda, Abubakar, Khabib dan Umar yang merupakan veteran perang Rusia, memutuskan untuk meninggalkan desanya menuju ibukota Dagestan Makhackala (mungkin dulunya mau mencontoh nama kota Makkah) dan menggunakan lantai dua rumahnya untuk tempat berlatih olah raga bela diri Sambo, di mana Abdulmanap memegang gelar pelatih Sambo Tempur kehormatan Rusia. Bersama dua saudara lelakinya dan teman-temannya sebanyak 15 orang, Khabib giat berlatih hingga menjadi yang terbaik.

Bahkan ayahnya melatih Khabib dan kedua saudaranya untuk adu kekuatan dengan cara bergulat dengan beruang kecil yang memang merupakan binatang khas daerah pegunungan Rusia. Abdulmanap secara hati-hati memutuskan bahwa puteranya yang paling menonjol itu harus berlatih beladiri Judo pada pelatih terbaik Jafar Jafarov yang mengajarkan Khabib tekbik Judo melempar. 

Karir awal Khabib dimulai tahun 2005 saat ia menjadi Juara Rusia dan Juara Dunia Sambo Combat dua kali. Setelah itu ia beralih ke sena bela diri campuran atau Mixed martial Arts (MMA) tahun 2008. September di tahun yang sama ia membuat debut MMA profesionalnya di Poltava Ukraina di CSFU Liga Champion dan memenangkan pertandingan.

Ketangguhan daya tahan tubuhnya, kematangan tekniknya dalam gulat gaya bebas merupakan didikan bertahun-tahun para pelatihnya. Pada Juni 2017 Khabib mencatatkan rekor unik di mana ia telah 24 kali bertanding dan memenangkan semua pertandingannya. 

Khabib menjadi petarung Rusia pertama di Liga UFC , New York. Pada tahun 2016, Khabib menerima tawaran menjadi presiden tim Eagles MMA, yang dibiayai milyarder Dagestani Ziyavudin Magomedov. Tahun 2017 dilakukan kontrak dengan puluhan petarung pilihan Rusia dan mereka menyabet banyak kejuaraan dalam berbagai turnamen yang diadakan oleh UFC, WSOF, Fight Night dan lain-lain.
Prestasi Khabib adalah Juara Ringan UFC , Juara Dunia Sambo Tempur dua kali, Juara Rusia dalam Sambo Tempur, dan Juara Eurasia .
Pertarungan Khabib Nurmagomedov melawan Connor Mc Gregor 6 Oktober 2018 waktu setempat, menjadi demikian menghentak mata dunia karena lawan Khabib adalah mantan Juara kelas Ringan UFC 2017. 

Mc Gregor yang juga dijuluki The Notorious alias Si Jahat (Bengis/Buruk) tersebut memang dikenal memiliki perangai kasar. Dulu saat Khabib sudah memegang juara Kelas Ringan, Mc Gregor masih berada di kelas bulu. Kemudian dia mengalahkan Flyod Mayweather Jr. april 2017 dan meraih sabuk juara UFC Kelas Ringan. 

Ketika UFC berencana mencabut gelar juaranya karena lama vakum bertanding, Mc Gregor mengamuk dan melempari bus yang ditumpangi para Petarung usai menghadiri konferensi pers UFC 5 April 2018 . Michael Cheasa salah satu petarung yang ada dalam bus tersebut terluka, saat itu Khabib Nurmagomedov juga ada di bus tersebut. Lemparan beberapa benda berat tersebut telah menghancurkan kaca depan kiri bus dan meretakkan kaca depannya. 

Sebelum bertanding melawan Khabib Nurmagomedov, Connor Mc Gregor petarung asal Irlandia tersebut telah berusaha keras memprovokasi Khabib agar terpancing emosinya dalam konferensi pers. Saat itu Khabib hanya menanggapi kalem ulah Mc Gregor yang tengil dan mengumbar sumpah serapah menghina negara asal Khabib yang tampak “ndeso” di mata orang barat, menghina ayahnya dan bahkan menghina keyakinannya dengan menantang Khabib untuk minum whiskey.
Kabarnya Mc Gregor mendapat bayaran 45,5 Miliar Rupiah untuk mengalahkan Khabib. karena itu petarung yang sombong dan bergaya perlente itu sesumbar bahwa dia akan mengalahkan Khabib. Triknya yang suka adu mulut dan menyinggung hal-hal sensitif Khabib itu disengaja untuk menjatuhkan mental lawannya.
Hanya dalam 4 ronde, Khabib berhasil mengalahkan Mc Gregor dengan kuncian solid di leher petarung pembual tersebut setelah beberapa puluh kali Khabib berhasil melayangkan pukulan telak di wajah Si tengil baik dalam posisi berdiri berhadapan maupun saat Mc Gregor sudah terjengkang dan dihajar habis-habisan oleh pukulan Khabib yang tak terelakkan.
Isyarat meminta tolong yang diberikan Mc Gregor akhirnya menjadikan wasit mengakhiri pertandingan dengan Khabib Nurmagomedov sebagai juaranya. Sayang teriakan penghinaan yang terus dilancarkan team Mc Gregor membuat emosi Khabib memuncak, dan dia segera melompati pagar oktagon untuk menghajar Dillon Danis salah satu teman Mc Gregor. Insiden ini sempat menodai pertandingan tersebut.
Sehari kemudian Khabib menggelar jumpa pers untuk meminta maaf secara terbuka kepada Komite Atletik Nevada dan warga Las Vegas. Khabib menjelaskan alasannya kenapa dia sampai membuat keributan dan sekaligus mengkritik mengapa sikap tengil Mc Gregor yang mencoba menghancurkan bus sehingga melukai orang lain justeru tidak dipermasalahkan? Sedangkan Khabib menghajar Dillon Danis untuk alasan yang sangat sensitif yakni penghinaan terhadap negara, ayahnya dan agama yang diterimanya dari Mc Gregor dan timnya.
Dengan mengucap Alhamdulillah berkali-kali Khabib mengakhiri sesi press conference tersebut. Salah satu pelatih Khabib Javier Mendez bersaksi dan memuji sikap Khabib yang merayakan kemenangannya dengan shalat selama 10 menit “Khabib does what makes him special. He pays his respect to God with 10 minutes prayer”
Saat chillin (nyantai) merayakan kemenangan bersama teman-temannya dengan makan pizza (bukan dengan pesta beer seperti umumnya cara barat), Khabib nampak mengenakan gamis yang biasa digunakan pria muslim saat beribadah.
Pelajaran Dari Khabib dan Para Petarung Muslim Dagestan
Ketika nama Khabib Nurmagomedov mulai disebut teman-teman saya sekitar sebulan yang lalu, saya tidak kaget karena saya merasa sudah mengenalnya (( ((sudah mengenalnya  ))). Iya karena sekali lagi saya sudah memfollow instagram mereka sejak dua tahun lalu. bahkan saya sudah berbicara dengan salah satu petarung itu di inbox untuk mencari sumber tulisan. sayang hal itu terkendala faktor bahasa. Mereka umumnya hanya bisa berbahasa Rusia. Sedang saya nol puthul bahasa Rusianya. Akhirnya proyek nulis tentang mereka terpaksa dicancel.
Khabib dengan segala keistimewahannya yang saat ini dipuja-puja publik dunia terutama masyarakat Indonesia yang mudah bereaksi ini, bukanlah satu-satunya petarung tangguh Muslim dari Rusia. Ada puluhan atau ratusan Khabib-Khabib yang lain. Mereka umumnya memiliki ciri yang serupa. Wajah rupawan perpaduan Rusia dan Persia, badan kekar atletis, jenggot lebat, kegigihan luar biasa dalam bertanding berpadu sikap sopan santun yang tenang dan tak banyak sesumbar. Ketaatan dan ghirah yang tinggi terhadap agama, serta sikap rendah hati dan menghargai lawan. Sungguh perpaduan sempurna lelaki idaman semua wanita muslim #eh?????
Saya yang dulunya antipati terhadap olahraga keras seperti itu, berubah pikiran menjadi “Alangkah baiknya jika para pemuda muslim di seluruh dunia memiliki sifat-sifat dan ketangguhan fisik seperti mereka. Tidak manja dan dilenakan oleh segala macam kemewahan yang disajikan dunia modern yang memalingkan mereka dari tujuan hidup di dunia. Alangkah baiknya jika pemuda-pemuda Arab yang kaya raya mau sejenak meninggalkan kemewahan mereka dan mencicipi kehidupan keras seperti para pemuda Dagestan. Alangkan baiknya jika pemuda-pemuda Indonesia yang konon katanya Muslim terbesar di dunia tidak berkiblat pada para artis Drama Korea yang menampilkan sosok laki-laki imut dengan dandanan klimis sempura bak gadis cantik nan manja. Alangkah baiknya jika para pemuda Muslim menjadi singa-singa Allah yang siap bertempur membela agama Allah. Bukankah Rasulullah Salallahu Alaihi wa salam sudah mengingatkan bahwa di akhir zaman kelak ada suatu masa di mana semua kemajuan teknologi kembali tak berarti dan manusia harus kembali melakukan segalanya secara manual? Ini berarti kekuatan otot, ketangkasan gerak dan kecerdasan pikiran sangat dibutuhkan. Maka mulai hari ini... perhatikanlah para petarung tangguh Dagestan itu dan jangan hanya membiarkan mereka berlalu tanpa mengambil pelajaran dari mereka. Anak-anak lelaki Dagestan sejak kecil sudah dilatih fisik mereka agar menjadi petarung sekaligus diajarkan manner dan character seorang muslim yang taat dan penyayang. Mengingatkan kita akan para sahabat Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam. Bagaimana dengan anak-anak lelaki kita? ”


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search