Dakwah dan Para Pejuangnya

- Oktober 04, 2018
Dakwah tak mengenal usia. Dakwah hanya mengenal satu kata: perjuangan. Dan setiap perjuangan memerlukan keteguhan, keberanian, kesabaran, dan keikhlasan.

Dakwah dan para pejuangnya akan selalu mendapatkan perlawanan. Ini adalah karakteristik yang dimulai sejak nabi dan rasul pilihan, hingga akhir zaman. Semakin keras perlawanan terhadap dakwah semakin mengkristal tekad dan semangat para pejuangnya, karena itu adalah bukti bahwa kebenaranlah yang sedang ia bela.

Dakwah tak akan pernah bisa hancur. Karena ia tumbuh subur di segala musim, ia mengakar dan mengangkasa di segala cuaca. Mereka yang membunuh dakwah, mereka yang menghujat dan mencerca dakwah, mereka yang mengkerdilkan dakwah hanya akan menuai penyesalan.

Dakwah tak mengenal ormas atau partai. Dakwah milik pejuang-pejuang yang ikhlas, di mana pun mereka berada. Ormas atau partai hanyalah wadah perjuangan. Tanpa mereka pun, perjuangan tak boleh surut ke belakang.

Para pejuang dakwah sudah terbiasa difitnah dengan berbagai tuduhan keji. Tapi itu sama sekali tak akan mengurangi keikhlasan mereka. Bahkan mereka dicela dan direndahkan oleh saudara-saudara mereka sendiri, tapi mereka tegar dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa Allah yang Maha Melihat setiap perbuatan. Semangat mereka tak sedikit pun berkurang.

Para pejuang dakwah mengenal ukhuwah tidak hanya sebatas lisan. Mereka begitu sangat menjaga kehormatan saudaranya, bahkan mereka ridha jika sebagian dari dunianya menjadi milik saudaranya. Itulah itsar, itulah setinggi-tinggi ukhuwah.

Dakwah adalah milik kita semua. Hanya Allah yang tahu siapakah pejuang terbaik dan siapakah pejuang yang berkhianat. Siapakah pejuang yang ikhlas dan siapakah pejuang pemburu ghanimah. Ia tidak berasal dari ormas atau partai mana pun. Ia dari golongan kaum mukminin, ia adalah dari golongan muttaqin. Ia yang menjadikan istirahnya adalah perjuangan, yang menjadikan napas dan airmatanya untuk membela panji-panji Islam. Ia merindukan surga dan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, maka Allah membalasnya, "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhoiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu." (@RafifAmir)


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search