Waspada! Tiga Induk Dari Segala Dosa

- September 15, 2018
Sebagaimana dipaparkan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Al-Fawaaid, bahwa ada tiga pangkal semua dosa. Ketiganya ini bisa dibilang induk dari dosa-dosa lainnya.

Kibr (sombong). Sombong adalah sifat yang pertama kali dimiliki oleh iblis. Lantaran kesombongannya ia menjadi hina. Sebab kesombongannya pula ia menjadi kufur. Hakikat sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Seseorang yang menyombongkan diri dalam waktu bersamaan mengagungkan dirinya sendiri. Sifat sombong membuat hati tertutup dari cahaya kebenaran, meski sebenarnya kebenaran itu sangat jelas ia rasakan. Sebagaimana iblis, betapa ia yakin akan keagungan Tuhan, yakin akan kemahakuasaan Tuhan, namun karena kesombongannya ia menolak untuk tunduk pada perintahNya. Musuh Rasulullah, Abu Jahal dan Al-Walid Al-Mughirah, juga merasakan datangnya kebenaran itu, namun kesombongan membuat ia menolak untuk tunduk, sehingga terus berada dalam kekufuran hingga akhir hayat.

Inilah yang seharusnya dijauhi. Karena Allah tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga andai di hatinya ada sebesar dzarrah sifat sombong. Kesombongan menjadi induk dari dosa-dosa besar seperti kufur, menghina dan menindas orang lain. Orang yang membiarkan sifat sombong menguasai dirinya, hatinya menjadi keras dan mati.

Hirsh (rakus). Siapapun tahu bahwa sifat rakus itu bermula dari kecintaan terhadap dunia yang berlebihan. Ia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dimiliki saat ini. Maka ia melakukan segala cara untuk menumpuk harta, meskipun cara-cara itu dilarang oleh syariat. Inilah sifat yang dulu pernah menjadi penyebab dikeluarkannya Adam dan Hawa dari surga. Begitu banyak makanan yang tersedia di surga, tetapi mereka tetap mendekati pohon terlarang hingga kemudian memetiknya.

Ini sifat tamak atau rakus ini juga harus dijauhi. Karena jika tidak, ia akan menjadi induk dari dosa-dosa lain seperti mencuri, korupsi, zina, riba, dan lain-lain.

Hasad (dengki). Betapa berbahayanya sifat dengki. Seseorang yang hatinya telah dipenuhi dengki, yang ada dan terpikirkan dalam kepalanya hanyalah keburukan. Ia tidak rela orang lain mendapat nikmat, ia berusaha dengan segala daya agar nikmat itu hilang dari orang lain. Ia lebih senang melihat saudaranya terluka dan berduka. Maka inilah yang pernah menimpa salah seorang putra Adam; Qabil atas diri Habil. Kedengkian karena saudarany mendapat wanita yang lebih cantik. Maka pembunuhan pertama dalam sejarah manusia pun terjadi. Betapa berbahayanya dengki, sehingga dalam Surat Al-Falaq, kita diminta berlindung kepada Allah dari para pendengki.

Sifat dengki menjadi induk atau sumber dari dosa-dosa besar seperti pembunuhan, sihir, penipuan, dan lain-lain. Penyakit dengki juga menimbulkan kesewenang-wenangan, kedzaliman,

Demikian tiga induk dari segala dosa, wajib kita jauhi. Dengan upaya membentengi diri dari sifat tadi, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjauhi dosa-dosa turunannya. Karena ketiganya adalah pangkal dari segala dosa.

Referensi:

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/16/01/14/o0xpi9313-tiga-sumber-dosa
https://rumaysho.com/295-sumber-segala-macam-dosa.html
Kitab Al Fawaaid karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search