Sebab-Sebab Turunnya Pertolongan Allah dan Kemenangan

- September 15, 2018

Seringkali kita menginginkan kemenangan yang begitu cepat tapi berlambat-lambat dalam menciptakan sebab-sebab kemenangan. Padahal kita tahu, bahwa kemenangan-- dalam hal apapun tidak dapat ditebus dengan harga murah. Kemenangan yang Allah berikan kepada kaum muslimin tidak cukup dibayar dengan doa dan air mata berburai-burai. Allah membuatkan jalannya, yang harus dilalui dengan kerja keras, dengan peluh, dengan energi dan kekuatan terbaik yang dimiliki oleh setiap pejuang kemenangan.

Pertama, upaya luar biasa untuk mengerahkan seluruh kemampuan mewujudkan kemenangan itu sampai pada tetes peluh terakhir. Sehingga setiap pejuang menyadari bahwa tanpa campur tangan Allah, segala jerih payah mewujudkan kemenangan tak akan pernah tercapai. Allah-lah sebaik-baik pemberi pertolongan.

Keduahubungan yang baik dan kedekatan dengan Allah. Kemenangan tidak cukup dengan perjuangan fisik dan materi, tetapi perjuangan untuk meraih cinta Allah yang lebih baik harus selalu diupayakan. Di sinilah doa mendapatkan porsinya. Juga ibadah-ibadah yang meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepadaNya.

Ketigakeikhlasan. Ini merupakan syarat mutlak kemenangan dan pertolongan Allah. Perjuangan yang ditujukan selain mengharap ridho Allah, apalagi hanya menginginkan harta benda dan ghanimah, akan menjadi penghambat besar turunnya pertolongan, memperlambat langkah menuju kemenangan. Bahkan bisa jadi justru Allah memberikan kekalahan yang tak terlupakan sebagai pelajaran.

Keempatterang benderangnya Al-Haq dan Al-Bathil. Jika ketiga syarat di atas sudah terpenuhi namun pertolongan Allah tak jua hadir, bisa jadi karena kejahatan yang diperangi oleh para pejuang belum nampak sebagai kebatilan yang nyata di hadapan manusia. Allah menginginkan kebatilan itu tersingkap jelas, sehingga setiap muslim menyadari bahwa ia harus diperangi dan tak boleh ditangisi kepergiannya.

Kelimakondisi lingkungan yang tepat. Kita tentu telah mengetahui bagaimana fase-fase perjuangan Rasulullah. Termasuk peristiwa hijrah dan kemenangan-kemenangan beruntun setelahnya. Allah tidak menurunkan kemenangan itu di Mekkah karena kondisi lingkungan yang mayoritas masih menentang kebenaran dan memberikan perlawanan terhadap ajaran kebenaran yang dibawa Rasulullah.

Barangkali masih banyak sebab lain yang bisa kita renungkan dan terus kita gali, kemudian kita upayakan agar kemenangan dan pertolongan Allah semakin dekat.


Namun tentu doa tak boleh kita tinggalkan. Ia adalah senjata utama setiap muslim. Ia harus terus mengiringi dalam setiap tapak perjuangan. Sebagaimana Rasulullah yang berdoa tiada henti pada Perang Badar, "Ya Allah, jika kaum muslimin binasa, tidak akan ada lagi yang menyembahMu di muka bumi ini."

Doa adalah bentuk pengakuan bahwa Allah-lah yang menentukan segalanya. Bagaimana pun kerasnya manusia berusaha, Allah yang memutuskan hasil akhirnya. Doa adalah bentuk kepasrahan sekaligus ketundukan. Menyadari bahwa sehebat apapun, manusia tetaplah makhluk yang lemah. Allah tidak selalu menjanjikan kemenangan tapi Allah menjanjikan yang terbaik. Pada Perang Uhud, kaum muslimin menderita kekalahan, tapi begitu banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kekalahan itu, yang mengobarkan daya juang, kedisiplinan, dan menjadikan kaum muslimin semakin kuat.

referensi: Manhaj Tarbawi: Sistem Kaderisasi dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh Munir Al-Ghadban


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search