Paus Urbanus II, Dalang Penyembelihan 70.000 Kaum Muslimin

- September 24, 2018


Tahun 488 Hijriyah atau betepatan 1095 Masehi menjadi awal yang kelabu dan mengerikan bagi dunia Islam. Atas dasar "fatwa" Paus Urbanus II, 70.000 kaum muslimin disembelih oleh tentara salib. Paus Urbanus II menyatakan bahwa menghancurkan kaum muslimin dan merebut Palestina adalah adalah kewajiban dan ibadat yang paling agung.

Dalam pidatonya, Paus Urbanus II berapi-api, tidak hanya menyulut emosi kaum Salib dengan janji-janji dan petuah kitab suci mereka, tapi juga dengan cerita-cerita kekejian kaum muslimin yang dikarang-karang. Urbanus berhasil. Dan berbondong-bondonglah tentara Salib menyerbu Palestina.

Maka memerahlah Masjidil Aqsha oleh genangan darah. "Deus Vult. Demikianlah kehendak Tuhan," kata Paus Urbanus II. Kekejian itu berlangsung selama satu minggu. Tidak hanya laki-laki dewasa, perempuan, anak-anak, dan yang telah lanjut usia juga menjadi sasaran pembantaian dengan dipotong-potong tubuh mereka, dipenggal lehernya.

Itu bukan kisah yang mengada-ada, tapi fakta sejarah yang bahkan ditulis pula oleh Pendeta Robert dalam catatannya, juga oleh Goustave le Bonn dalam bukunya Kebudayaan Arab. Islam berusaha ditekan, dihancurkan, dikoyak-koyak, tetapi justru dari pembunuhan besar-besaran itu lahirlah pahlawan-pahlawan yang kelak menorehkan kemenangan gilang-gemilang. Mereka adalah yang bangkit melawan di tengah ketakberdayaan dan penjarahan besar-besaran oleh tentara salib. Salah satu diantara mereka, adalah yang sudah sangat masyhur namanya, Shalahuddin al-Ayyubi.

Tahun 1192 Hijriyah, Palestina kembali dalam pangkuan kaum muslimin. Tapi apa yang terjadi? apakah 70.000 nyawa seabad lalu itu kemudian dibalas dengan kengerian yang sama? para ahli sejarah yang jujur bahkan mengakui bahwa kaum Salib mendapatkan perlindungan dan kedamaian di tanah Palestina. Tidak ada pembalasan dendam. Tidak ada pertumpahan darah. Mereka yang ingin meninggalkan Palestina dipersilakan dan dibiarkan pergi dengan aman.

Sejarah memang pahit. Tapi kepahitan itulah yang menggembleng prajurit-prajurit Islam untuk berjuang dengan penuh kesungguhan. Hidup mulia atau mati syahid. Jika Paus Urbanus II menjanjikan pengampunan dosa bagi tentara-tentara salib yang menghabisi kaum muslimin, maka mereka yang gugur sebagai syuhada telah dijanjikan oleh Allah surga yang seluas langit dan bumi. (@RafifAmir)

Referensi: Madjalah Panji Masyarakat No.194, 1 Maret 1976
                Wikipedia.org


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search