Niat Menentukan Segalanya

- September 22, 2018

Niat adalah pekerjaan pertama yang harus dilakukan siapa saja sebelum mengerjakan pekerjaan lain. Baik itu masalah ibadah ataupun amaliyah. Kenapa harus niat dulu yang diperhatikan? Karena dari niat lah hasil akhir perbuatan itu dinilai. Mencari nafkah misalnya, jika diniatkan untuk Allah maka pekerjaan itu selain mendapatkan rizki juga akan mendapat pahala. Tetapi jika diniatkan hanya supaya dapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka yang didapat hanya uang itu saja tanpa ada nilai ibadah atau balasan pahala dari Allah.

Cobalah buka kitab-kitab hadits. Hampir di banyak kitab, selalu diawali dengan hadits yang menerangkan tentang niat. Secara tidak langsung, keberadaan hadits itu menjadi pengingat baik bagi penulis kitab itu sendiri untuk selalu mendahulukan niat saat hendak menuliskan hadits maupun para pembaca kitab itu untuk juga mendahulukan niatnya. 

Salah satu kitab hadits yang menuliskan hadits tentang niat di bagian awalnya adalah kitab hadits Arba’in An-Nawawi. Kitab ini terdiri dari 42 hadits yang menjelaskan tentang pokok-pokok ajaran Islam. Kitab ini sesuai dengan namanya adalah karya dari Imam An-Nawawi. Kitab ini pun sama dengan salah satu karya beliau yang lainnya, yang meletakkan hadits tentang niat di bagian awal.

Pada hadits pertama dalam kitab Arba’in An-Nawawi itu menjelaskan bahwa setiap amalan harus di dasari dengan niat. Jika niatnya baik maka amalannya baik dan tentu mendapat pahala. Namun bila niat itu rusak maka amalan itu pun rusak. Jika suatu amalan itu dibarengi dengan niat, maka aka nada tiga keadaan:

Pertama, melakukan amalan itu didasari niat dan takut kepada Allah, maka ini ibadahnya seorang hamba.

Kedua, melakukan amalan itu karena mencari surga dan pahala, ini ibadahnya pedagang.

Ketiga, melakukan amalan itu karena malu kepada Allah, menunaikan hak ubudiyah, dan menunaikan rasa syukur. Dan tetap menunaikan ibadah meski tidak tahu amalan itu diterima atau tidak, maka ini ibadahnya orang-orang merdeka. Inilah yang dilakukan Nabi Muhammad saat melakukan qiyamul lail hingga kaki beliau bengkak. Ibadah untuk menunaikan syukur meskipun beliau sudah dijamin surga.

Maka seharusnya setiap kita ingin melakukan perbuatan baik, dasarilah dengan niat yang baik. Karena terkadang dalam perbuatan kita, adakalah terselip riya’ atau ujub (berbangga diri). Ini adalah penyakit yang mampu membuat amalan kita tidak ada artinya. Penyakit yang merusak perbuatan baik meski di awal sudah diniati dengan baik. Niatkan dengan keikhlasan.

sumber gambar: informazone.com


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search