Metode Setan Menghancurkan Akhlak

- Oktober 01, 2018
Tidak sedikit orang yang semula berakhlak baik, tiba-tiba berubah menjadi jahat. Tidak sedikit yang semula ahli ibadah dan alim lalu menjadi gemar bermaksiat. Itu karena mereka telah menyerahkan dirinya dalam perangkap setan pada tahap pertama. Pada tahap berikutnya, mereka pun gagal melawan. Hingga pada akhirnya setan mendominasi segala tindakannya.

Inilah yang telah dinasehatkan Ibnu Qayyim sejak lama, kepada semua umat Islam, tentang metode setan dalam menghancurkan akhlak. Simaklah baik-baik:

Pada mulanya setan memasuki manusia melalui lintasan pikiran yang lewat dalam benaknya. Lalu lintasan pikiran itu terus berulang dan terngiang-ngiang dalam kesadarannya. Sehingga jadilah ia memori. Setelah terpendam sekian lama dalam memori, dan tak segera dienyahkan, ia akan menjadi sebuah ide atau gagasan. Inilah tiga lapisan yang mendiami kesadaran akal. Jika gagal menolak kehadiran setan pada tahap lintasan pikiran, makan akan lebih berat bagimu menolaknya ketika telah mewujud memori. Apalagi jika, telah berbentuk ide atau gagasan.

Maka turunlah setan ke wilayah yang lebih dalam dari pribadimu. Ia turun menjadi keyakinan. Jika tak kuasa menolaknya di sini, maka ia akan turun lebih dalam lagi menjadi kemauan. Jika engkau gagal menghadapi kemauanmu sendiri, ia akan turun lagi ke lapisan yang paling akhir dari wilayah hatimu; ia segera menjadi tekad. Inilah tiga lapisan yang membentuk wilayah hati seseorang.

Di sini tentu akan lebih sulit menolak kehadiran dan pengaruh setan. Sebab setelah sampai ke tepian tekad, ia segera melompat keluar dari dirimu. Maka jadilah ia tindakan satu kali dua kali ia melakukannya, maka ia akan tertarik untuk melakukan lagi. Maka jadilah ia suatu kebiasaan. Dan jika kebiasaan itu berlangsung lama, maka terbentuklah ia menjadi karakter.

Itulah sebabnya Imam Ghazali mengatakan bahwa akhlak atau karakter adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang tanpa melalui proses pemikiran.

Jadi hubungan antara pikiran, perasaan dan tindakan menjadi menyatu sedemikian rupa dan menghilangkan kesan keterbelahan. 
Makan lawanlah pengaruh setan sejak ia mewujud lintasan pikiran. Buanglah jauh-jauh dengan dzikir dan amal-amal kebaikan. Jauhi menyendiri jika kesendirian itu menimbulkan pikiran yang tidak-tidak, berbaurlah dan lebur dengan orang-orang shalih yang dapat mengingatkan pada kebenaran dan kesabaran.

Jika sudah terlanjur masuk ke dalam wilayah hati atau wilayah "merasa", segera hancurkan dengan taubat. Carilah sahabat atau pendamping hidup yang shalih/shalihah yang dapat terus membersamai, memotivasi, dan dengan penuh ketulusan menjaga dan mengingatkan untuk terus berjuang.

Karena hakikatnya, hidup ini adalah perjuangan yang tak akan pernah selesai. Kecuali maut datang menjelang. Maka bersungguh-sungguhlah dalam berjuang. Setan adalah musuh yang nyata, maka sadari bahwa setiap saat engkau berperang dengannya. Kadang kalah, kadang menang. Perbanyaklah kemenangan dengan terus menyalan ghirah, senantiasa mengingat bahwa dalam hidup yang fana ini dunia tiada artinya. Akhirat adalah tempat kembali yang kekal.

Tapi bagaimana jika sudah terlanjur menjadi akhlak? kami akan membahasnya pada lain kesempatan. (@RafifAmir)
 

Start typing and press Enter to search