73 Sekte

- September 24, 2018

Sekte adalah sekelompok orang yang mempunyai kepercayaan atau pandangan agama yang sama, yang berbeda dari pandangan agama yang lazim diterima oleh para penganut agama tersebut. Jadi sebuah sekte dalam agama adalah kelompok kecil yang memiliki paham berbeda dari lazimnya agama tersebut yang lebih banyak dianut oleh pemeluknya. Secara tidak langsung, sekte ini berarti cabang dari sebuah agama. Dan kebanyakan macam-macam sekte itu menyelisihi apa-apa yang sudah ditetapkan agama tersebut lebih dulu. Semacam pembaharuan.

Seperti contoh agama Kristen dan Katolik. Pada dasarnya kedua agama ini satu. Namun kemunculan sekte-sekte yang merasa sebagai pembaharu akhirnya menyatakan bahwa sekte itu merupakan agama baru yang lain. Lalu di dalam Kristen sendiri pun masih banyak sekte-sekte juga, bahkan memiliki nama gereja sendiri-sendiri yang kadang sebagian jemaatnya terlalu fanatik dengan sektenya.

Bukan hanya itu. Jauh sebelumnya, orang-orang Yahudi -Bani Israil- pun terpecah menjadi 72 sekte. Yang tentu kesemunya tidak saling menganggap benar sekte lain. Justru merasa sektenyalah yang paling benar. Sifat itulah yang akhirnya memunculkan perselisihan. Semua agama pasti memiliki sekte. Tidk terlebih juga agama Islam. Pun sama, sekte-sekte itu merasa paling benar dan menghakimi sekte lain salah.

Hal itu sejak zamannya Nabi Muhammad saw sebenarnya sudah diperingatkan oleh beliau dalam salah satu sabdanya, yang intinya nanti akan datang kepada umat beliau masa yang menimpa mereka seperti Bani Israil. Bani Israil terpecah menjadi 72 sekte. Dan Islam akan terpecah menjadi 73 sekte dan semua sekte itu akan masuk neraka kecuali satu saja. Dan yang satu itu adalah Islam yang berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah.

Hari-hari santer kabar tentang Islam Nusantara. Lalu apa sebenarnya Islam Nusantara itu? Bukankah kita harus mengikuti Nabi Muhammad saw jika ingin selamat?

Allah pun sudah menjelaskan di dalam Al-Quran bahwa Islam ini rahmat bagi seluruh alam dan Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia hingga hari akhir nanti. Bukankah Islam Nusantara itu menyelisihi hal ini? Jika Islam Nusantara adalah Islam yang mencerminkan budaya Nusantara ini, maka sejak kapan Islam ini menuruti adat istiadat buatan manusia? Bukankah yang seharunya mengikuti dan menyesuaikan itu manusia? Agar sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi di dalam Islam dan apa yg diperintahkan oleh Allah di dalam Al-Qur'an?

Jika saat ini ada Islam Nusantara, mungkin nanti akan ada Islam Jawa, Islam Madura, Islam Eropa bahkan mungkin akan ada Islam Dayak. Islam yang mengikuti adat dan budaya manusia.

Islam ini datang untuk meluruskan sifat-sifat manusia yang menyimpang, memberi manusia aturan agar meninggalkan sifat dan perilaku jahiliyah. Dan di dalam Islam tidak ada yang namanya pembaharuan hukum atau bahkan pembaharuan kitab suci. Tidak ada. Islam akan tetap sama dari zaman Nabi Muhammad sampai kiamat. Dan kewajiban manusia pun tetap sama. Melakukan apa yang sudah diperintahkan dan menjauhi apa yang sudah dilarang. Bukankah melakukan perbuatan -yang berkaitan dengan peribadahan- yang tidak ada perintah atau contoh dari Nabi itu suatu dosa?

sumber gambar: wattpad.com


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search