4 Cara Jin Berdialog dengan Manusia

- September 16, 2018

Kita mungkin pernah mendengar maupun melihat seorang ustadz, kyai, atau seseorang yang dianggap memiliki ilmu supranatural berdialog dengan jin. Memang sejatinya manusia dan jin adalah sama-sama makhluk Allah. Hanya saja dunianya yang berbeda. Jin bisa melihat manusia. Sedangkan manusia tidak bisa melihat jin.

Meski berbeda dunia, namun suatu waktu, manusia bisa saja berkomunikasi langsung dengan jin. Paling tidak ada 4 cara jin berdialog dengan manusia:

1. Jin datang dengan menampakkan diri secara langsung pada manusia. Namun tentu saja bukan dalam wujud aslinya. Jin menampakkan diri dengan menyerupai sosok tertentu dan berdialog dengan manusia. Hal ini pernah dialami oleh beberapa sahabat Nabi seperti Abu Hurairah dan Ubay bin Ka'ab.

2. Jin berdialog dengan manusia akan tetapi tidak menampakkan diri. Ia hanya datang melalui suara atau bisikan. Jika seseorang mengalami hal ini berarti ia sedang dalam gangguan syetan. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, "Syetan akan mendatangi salah seorang dari kalian seraya bertanya, 'Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan ini? Sampai pada pertanyaan 'Siapa yang menciptakan Allah?' Barangsiapa mendapati dalam dirinya pertanyaan tersebut, maka berlindunglah kepada Allah (membaca ta'awudz) dan hendaklah menghentikannya (HR Bukhari). Cara terbaik untuk menanggulangi gangguan berupa bisikan dari setan adalah dengan memperbanyak membaca Alquran.

3. Jin tidak datang sendiri, melainkan sengaja diundang untuk datang. Cara ini banyak digunakan oleh dukun, tukang sihir, peramal, dan lain-lain. Mereka mengundang jin dengan cara membaca mantra atau dengan ritual-ritual yang menyimpang. Setelah itu jin akan datang baik dengan cara menampakkan diri atau melalui bisikan.

4. Jin berdialog dengan manusia melalui medium. Pertama, memang sengaja diundang, seperti permainan jailangkung dengan menggunakan mantra-mantra tertentu. Sehingga terjadilah dialog manusia dengan jin. Kedua, jin masuk ke dalam tubuh seseorang yang dikenal dengan istilah "kesurupan". Lalu ahli ruqyah melakukan terapi dengan doa-doa sesuai yang diajarkan Rasulullah (Ruqyah Syar'iyyah) tetapi ada pula yang ruqyah yang bermuatan syirik (tidak sesuai tuntunan Rasul) disebut Ruqyah Syirkiyyah.

Dari keempat cara jin berdialog dengan manusia itu. Yang pertama dibenarkan oleh syariat. Yang kedua adalah gangguan dan jika tidak diatasi dikhawatirkan seseorang yang dibisiki menjadi murtad. Yang ketiga jelas-jelasnya hukumnya haram dan menjerumuskan pada perilaku syirik. Yang keempat, cara pertama jelas terlarang. Cara kedua boleh asal metodenya adalah Ruqyah syar'iyyah bukan syirkiyyah. Syarat lain, dalam melakukan dialog dengan jin tidak boleh berlebihan semisal menanyakan tentang jodoh si fulan atau fulanah, bertanya tentang rezeki dan lainnya yang itu adalah urusan Allah. Apalagi kemudian mempercayainya maka sudah dapat dipastikan pelakunya melakukan sebuah dosa besar, yaitu syirik. (@rafif_amir)

referensi: Majalah Ghaib edisi 44 th.3, Juli 2005
sumber gambar: kabarmakkah.com


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search