Resensi Buku : Kumpulan Karamah dan Ajaran Wali Sanga Oleh Zainuddin

- April 14, 2015




Penyebaran Islam Berlandaskan Karamah

Oleh: Zainuddin*
 
Judul buku      : Kumpulan Karamah dan Ajaran Wali Sanga
Penulis             : Masykur Arif
Penerbit           : Safirah, Yogyakarta
Cetakan I        : Juni 2014
Tebal               : 304 Halaman
ISBN               : 978-602-255-566-7

Dalam menyampaikan ajaran Islam pada masyarakat, ternyata bukanlah persoalan yang mudah. Pada contoh masyarakat Arab, dikenal Nabi Muhammad Saw. sebagai pencetus pertama kali datangnya Islam. Sebagai orang yang pertama kali mengenalkan ajaran Islam, tentu beliau mendapatkan tantangan hebat dari masyarakat Arab pada waktu itu. Beliau dicaci, dihujat, dan dibelenggu oleh masyarakat Arab, yang tujuannya agar Islam tidak tersebar luas. Selain itu, beliau juga mendapat tantangan-tantangan yang berupa pembuktian bahwa ajaran dibawanya memang benar. Maka, atas rahmat Allah beliau akhirnya bisa menjawab tantangan tersebut dengan mu’jizat yang dimilikinya. Karena, kalau tidak diberikan pembuktian yang itu berupa kejadian luar biasa, masyarakat cenderung tidak mengimaninya.

Seperti konteks di Pulau Jawa, kehadiran Islam didahului oleh ajaran animisme dan dinamisme serta kedatangan agama sebelumnya yaitu Hindu-Budha. Atas dasar kepercayaan lama ini, membuat masyarakat sulit untuk pindah ajaran ke agama Islam. Hal itu disebabkan karena dalam diri mereka sudah tertanam benih ajaran leluhur, sehingga kehadiran ajaran Islam memerlukan pembuktian serius dari penyebarnya. Pembuktian ini, dipergunakan untuk menarik perhatian mereka agar bersedia memeluk agama Islam. 

Dalam kegiatan dakwahnya, Wali Sanga mau tidak mau juga dituntut memiliki persamaan visi seperti yang Nabi Muhammad Saw. selaku pencetus ajaran Islam. Kehadirannya sangat diharapkan mempunyai berpengaruh untuk menyentuh kesadaran masyarakat Jawa pada waktu. Namun karena Wali Sanga berada pada level ‘wali’, tentu yang dimilikinya adalah karamah,  bukan mu’jizat seperti Nabi Muhammad Saw. 

Dalam istilah tasawuf, karamah berarti keadaan luar biasa yang berada di luar pengalaman manusia biasa. Dalam hal ini Allah Swt. yang memberikan langsung kepada para wali-Nya dengan berbagai kepentingan dan tujuan tertentu. Adapun kepentingan ini, biasanya bertujuan untuk menyadarkan dan membuat masyarakat percaya akan ajaran yang dibawanya itu adalah benar. Sehingga, masyarakat akan senantiasa memeluk ajaran Islam dengan sendirinya.

Adapun dakwah dengan sentuhan karamah yang disampaikan dari setiap wali itu sangatlah berbeda-beda. Ada yang melalui jalan kekerasan, seperti dicontohkan oleh Sunan Gresik yang pernah menaklukkan 23 orang perampok ulung yang sangat ditakuti dan meresahkan masyarakat Tanggul Angin (hlm. 33-35). Kejadian luar biasa lainnya juga diperlihatkan oleh Sunan Kalijaga, dengan mengubah tembang-tembang yang diyakini membawa berkah seperti pembebas bencana, menang perang, memperlancar cita-cita luhur, dan lainnya (hlm. 140-141). 

Dalam hal ini membuktikan, bahwa berdakwah dengan sentuhan karamah itu sangatlah penting dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat. Meskipun dalam memperlihatkan karamah dengan jalan yang beda, tentu semuanya memiliki tujuan untuk menyadarkan masyarakat sesuai kondisi waktu itu. 

Dengan demikian, membaca buku ini laksana membuka kembali lembaran-lembaran penting dalam sejarah yang berisi penggalan-penggalan kisah menakjubkan. Dengan diwarnai beragam kisah yang sepertinya kadang sulit diterka akal, hal ini menunjukkan bahwa kegagahan dan pengetahuan para Wali Sanga memang tidak diragukan lagi. Mereka memang melampaui manusia-manusia yang hidup di zamannya. Sehingga, mereka ingin menyaksikan kepada semua masyarakat bahwa Islam yang dibawanya adalah benar.
  
Penulis : Zainuddin
*Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kini tinggal di jalan Gedongkuning Gg. Irawan RW. 34 RT. 08 No. 306 Banguntapan Bantul Yogyakarta
55198
CP: 089674687512


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search