Hubungan Turki dan Armenia Memanas lagi !

- April 15, 2015

KOMPASDAKWAH - Presiden Turki, Erdogan mengecam pernyataan Paulus yang mengatakan bahwa korban yang meninggal pada perang dunia pertama, warga Armenia di  bawah Kerajaan Ottoma, sebagai Genosida. Menurutnya apa yang terjadi saat itu adalah perang saudara, dimana korban sama-sama berimbang. Tidak ada indikasi pemusnahan warga non muslim.

Negara ini meminta diadakannya kembali kajian sejarah untuk mengungkap apa yang terjadi sebenarnya. Erdogan berharap, paus tidak menyebut-nyebut korban itu sebagai upaya genosida. Karena hal ini akan memicu konflik politik.

Sebelumnya, Armedia  menyebutkan lebih dari 1,5 juta orang tewas dan memasukkan korban itu dalam tindakan genosida. Perbedaan ini pun berlanjut hingga kini dan menyebabkan hubungan kedua negara renggang.

Padahal, di tahun 2014, untuk pertama kalinya, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa kepada cucu warga Armenia yang tewas. Saat kondisi mulai membaik, Erdogan meminta Paulus untuk tidak memicu pertikaian lagi.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search